DRAMA AKHIR KO ERWIN: PELURU HENTIKAN BANDAR SABU

⏱ 4 menit baca
DRAMA AKHIR KO ERWIN: PELURU HENTIKAN BANDAR SABU
Sumber Gambar: news.detik.com
teranews ads 2

TeraNews.id – Sabtu, 28 Februari 2026, menjadi hari di mana tirai drama pelarian panjang Ko Erwin akhirnya ditutup. Sosok yang telah lama menjadi buronan utama kepolisian atas kasus peredaran narkotika jenis sabu itu, kini terbaring tak berdaya dengan luka tembak di kakinya. Sebuah tembakan peringatan yang berujung pada peluru bersarang, mengakhiri petualangan gelap sang bandar yang selama ini licin bak belut.

Penangkapan Ko Erwin, yang dikenal dengan jaringannya yang luas dan modus operandi yang rapi, bukan tanpa perlawanan. Sumber internal kepolisian menyebutkan bahwa operasi penangkapan ini telah direncanakan dengan sangat matang setelah berbulan-bulan melakukan pengintaian dan pengumpulan informasi intelijen. Ko Erwin, yang memiliki nama asli Erwinsyah Pratama, merupakan nama besar di dunia gelap peredaran narkoba lintas provinsi. Keberadaannya bak hantu, selalu berhasil lolos dari kepungan aparat.

teranews ads 2

Pelarian Ko Erwin selama ini memang menjadi pekerjaan rumah besar bagi aparat penegak hukum. Sejumlah sumber intelijen bahkan sempat kesulitan menembus lingkaran kepercayaannya. “Jaringannya sangat tertutup dan ia selalu berpindah-pindah tempat. Kami butuh kesabaran ekstra dan strategi berlapis untuk bisa melacaknya,” ujar seorang perwira tinggi yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan kompleksitas perburuan tersebut.

Puncak operasi terjadi dini hari tadi, di sebuah persembunyiannya yang terpencil di kawasan pinggiran kota. Saat tim gabungan dari Satuan Narkoba dan Reserse Kriminal menggerebek lokasi, Ko Erwin berusaha melarikan diri melalui jalur belakang. Ia mengabaikan peringatan untuk menyerah, bahkan mencoba melawan saat petugas berusaha membekuknya. Dalam situasi yang menegangkan itu, demi mengamankan pelaku dan mencegahnya kabur lebih jauh, petugas terpaksa melepaskan tembakan terukur ke arah kaki. Sebuah keputusan sulit namun krusial yang harus diambil di lapangan.

Keberhasilan ini merupakan angin segar bagi upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Mengendalikan emosi dan menjaga ketenangan pikiran adalah kunci dalam menghadapi tantangan, baik bagi aparat penegak hukum maupun masyarakat luas yang terus berjuang melawan ancaman narkoba. Penangkapan ini mengirimkan pesan tegas bahwa tidak ada tempat bersembunyi bagi para pelaku kejahatan narkotika.

Kronologi Singkat Penangkapan Ko Erwin

WaktuPeristiwaKeterangan
3 Bulan TerakhirIdentifikasi JaringanIntelijen mengidentifikasi pola dan lokasi operasional Ko Erwin.
2 Minggu TerakhirPengintaian IntensifTim khusus dibentuk untuk memonitor pergerakan Ko Erwin secara 24/7.
27 Februari 2026 MalamValidasi Lokasi PersembunyianInformasi akurat tentang lokasi Ko Erwin di sebuah rumah terpencil.
28 Februari 2026 Dini Hari (03.00 WIB)PenggerebekanTim gabungan bergerak melakukan penggerebekan.
28 Februari 2026 Dini Hari (03.15 WIB)Upaya Pelarian & PenembakanKo Erwin mencoba kabur dan melawan, ditembak di kaki.
28 Februari 2026 PagiEvakuasi & PenyelidikanKo Erwin dibawa ke rumah sakit, barang bukti disita, penyelidikan dilanjutkan.

Dari lokasi penangkapan, aparat berhasil menyita sejumlah besar barang bukti, termasuk narkotika jenis sabu dengan estimasi nilai miliaran rupiah, alat komunikasi satelit, dan beberapa unit kendaraan mewah yang diduga hasil dari bisnis haramnya. “Ini adalah pukulan telak bagi jaringan narkotika di wilayah ini. Kami berkomitmen untuk terus membersihkan peredaran barang haram yang merusak generasi bangsa,” tegas Kepala Kepolisian setempat dalam konferensi pers pagi ini.

Penangkapan ini juga menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk pikuk kehidupan, dengan berbagai peristiwa besar yang terjadi di seluruh dunia, seperti fenomena keajaiban langit 28 Februari di mana enam planet menari, realitas pahit kejahatan tetap mengintai. Keberhasilan aparat ini patut diapresiasi tinggi, menunjukkan dedikasi mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kini, Ko Erwin harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja hijau. Luka tembak di kakinya mungkin akan sembuh, namun jejak kejahatan yang ia torehkan tidak akan mudah terhapus. Kisah pelariannya yang berakhir pahit ini menjadi pelajaran berharga bahwa kejahatan, sekecil apapun itu, pada akhirnya akan menemukan jalan buntu. Aparat penegak hukum terus bekerja tanpa lelah, memastikan bahwa keadilan selalu ditegakkan demi masa depan yang lebih baik.

Pihak kepolisian menekankan bahwa proses hukum akan berjalan transparan dan profesional. Pengembang kasus akan terus dilakukan untuk membongkar seluruh jaringan yang terafiliasi dengan Ko Erwin. Ini adalah langkah awal dari serangkaian proses hukum yang panjang, namun optimisme untuk memberantas tuntas jaringan narkotika semakin menguat dengan tertangkapnya gembong besar ini.

Ikuti kami di Google News