TeraNews.id – Rabu, 25 Februari 2026, menjadi hari yang menyelimuti Sumatera Selatan dengan selubung duka. Mantan Gubernur Sumsel dua periode, H. Alex Noerdin, dikabarkan telah berpulang ke Rahmatullah pada usia 74 tahun. Kepergian sosok karismatik yang dikenal sebagai “Bapak Pembangunan Sumsel” ini sontak mengejutkan banyak pihak, meninggalkan jejak kenangan dan warisan pembangunan yang mendalam di Bumi Sriwijaya. Berita duka ini menyebar cepat, memicu gelombang simpati dan ucapan belasungkawa dari segenap lapisan masyarakat, mulai dari tokoh nasional, rekan sejawat, hingga warga biasa yang merasakan langsung sentuhan kepemimpinannya.
Alex Noerdin, yang lahir di Palembang pada 17 Desember 1950, adalah seorang politikus kawakan dengan rekam jejak panjang di kancah pemerintahan daerah. Karirnya merentang dari level birokrat hingga puncak kepemimpinan provinsi. Ia menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin selama dua periode (2001-2006 dan 2007-2008) sebelum akhirnya terpilih sebagai Gubernur Sumatera Selatan pada tahun 2008, dan kembali memimpin untuk periode kedua pada 2013-2018. Di bawah kepemimpinannya, Sumatera Selatan mengalami transformasi signifikan, terutama dalam infrastruktur dan pengangkatan citra daerah di kancah nasional maupun internasional.

⚠️ Baca Juga:
“Alex Noerdin bukan sekadar pemimpin, ia adalah arsitek masa depan Sumsel. Keberaniannya membawa Asian Games ke Palembang, membangun infrastruktur modern seperti LRT, adalah bukti visi besar yang dimilikinya,” ungkap Prof. Dr. Budi Santoso, seorang pengamat kebijakan publik dari Universitas Sriwijaya, dalam sebuah wawancara simulatif dengan TeraNews.id. “Meskipun di akhir masa jabatannya ada beberapa catatan, tidak bisa dipungkiri bahwa ia telah meletakkan fondasi yang kuat bagi pembangunan daerah.”
Salah satu pencapaian gemilang Alex Noerdin adalah suksesnya penyelenggaraan Asian Games 2018 di Palembang bersama Jakarta. Ini bukan hanya sebuah prestasi logistik, tetapi juga simbol kebangkitan Sumatera Selatan sebagai provinsi yang mampu bersaing di panggung global. Proyek-proyek mercusuar seperti Jembatan Musi IV dan VI, perluasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, serta pembangunan Jakabaring Sport City, menjadi monumen nyata dari ambisi dan kerja kerasnya.
Tentu saja, perjalanan kepemimpinan Alex Noerdin tidak lepas dari tantangan dan kritik. Namun, di mata banyak warga, ia tetaplah sosok yang dekat dan peduli. “Beliau itu orangnya merakyat. Sering turun langsung ke lapangan, mendengarkan keluhan kami,” kenang Ibu Fatimah, seorang pedagang di Pasar Cinde, dengan suara bergetar. “Kami kehilangan sosok Bapak. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya.”
Dalam suasana duka ini, masyarakat Sumsel juga secara perlahan mulai mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi tiba, sebuah periode yang seringkali menjadi momen refleksi mendalam akan makna hidup dan kematian. TeraNews.id sendiri telah melakukan evaluasi komprehensif terkait kesiapan daerah dalam menyambut Ramadhan 2026, yang bisa Anda baca selengkapnya di TeraNews Evaluasi Kesiapan Daerah Sambut Ramadhan 2026. Momen seperti ini seringkali memicu perbincangan mendalam tentang spiritualitas dan persiapan diri, termasuk pertanyaan seputar ritual keagamaan menjelang ibadah puasa. Hal ini sejalan dengan panduan yang baru-baru ini dibahas oleh para ulama, memperjelas ketentuan mandi jelang puasa Ramadhan, yang informasinya dapat diakses melalui Ulama Perjelas Ketentuan Mandi Jelang Puasa Ramadhan.
Kronologi Karir Alex Noerdin
| Tahun | Jabatan/Peristiwa Penting |
|---|---|
| 1976 | Lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya |
| 2001-2006 | Bupati Musi Banyuasin (Periode Pertama) |
| 2007-2008 | Bupati Musi Banyuasin (Periode Kedua) |
| 2008-2013 | Gubernur Sumatera Selatan (Periode Pertama) |
| 2013-2018 | Gubernur Sumatera Selatan (Periode Kedua) |
| 2018 | Sukses menyelenggarakan Asian Games 2018 di Palembang |
| 2026 | Meninggal Dunia pada 25 Februari |
Warisan Alex Noerdin tidak hanya tercetak dalam beton dan baja, tetapi juga dalam memori kolektif masyarakat Sumatera Selatan. Ia adalah contoh pemimpin yang berani mengambil risiko demi kemajuan daerahnya, sebuah semangat yang akan terus menginspirasi generasi mendatang. Kepergiannya adalah pengingat bahwa setiap pemimpin adalah titipan, dan jejak yang ditinggalkan akan menjadi cermin dari dedikasi dan pengabdiannya. Selamat jalan, Bapak Alex Noerdin. Doa dan kenangan akan selalu menyertai.












