KPK Tangkap Pejabat Pajak di Banjarmasin, Skandal Restitusi Terkuak

⏱ 2 menit baca
KPK Tangkap Pejabat Pajak di Banjarmasin, Skandal Restitusi Terkuak
Sumber Gambar: news.detik.com

TeraNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas korupsi dengan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kali ini, seorang pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menjadi target penangkapan yang diduga kuat terkait dengan praktik suap dalam proses restitusi pajak.

Modus Operandi dan Kronologi Penangkapan

Informasi awal yang dihimpun TeraNews.id menyebutkan bahwa OTT ini berlangsung pada hari Selasa malam, 3 Februari 2026. Pejabat yang belum disebutkan identitasnya tersebut ditangkap bersama beberapa pihak lain yang diduga menjadi perantara atau pemberi suap. Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan panjang yang dilakukan KPK terkait adanya dugaan praktik lancung dalam pengembalian kelebihan pembayaran pajak kepada wajib pajak.

teranews ads 2

Modus operandi yang diduga digunakan adalah memanipulasi proses restitusi pajak agar wajib pajak tertentu mendapatkan pengembalian dana lebih cepat atau dalam jumlah yang tidak semestinya, dengan imbalan sejumlah uang kepada oknum pejabat. Kasus ini menambah daftar panjang aparatur negara yang terjerat kasus korupsi, mengingatkan kembali pada kasus serupa yang melibatkan oknum di kementerian lain, seperti dugaan suap Chromebook yang membuat Nadiem Makarim terkejut.

Pemberantasan Korupsi di Tengah Sorotan Publik

Penangkapan ini segera menarik perhatian publik, terutama mengingat sensitivitas isu pajak dan upaya pemerintah dalam meningkatkan penerimaan negara. Tindakan tegas KPK diharapkan dapat memberikan efek jera dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi perpajakan. Publik dibuat terkejut dengan kabar penangkapan ini, sebagaimana halnya saat Habib Bahar bin Smith kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang berbeda, menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum di mata lembaga anti-rasuah.

KPK saat ini masih terus mendalami kasus ini dengan memeriksa para pihak yang diamankan dan mengumpulkan barang bukti. Masyarakat menantikan transparansi penuh dari KPK terkait perkembangan kasus ini, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya.

Ikuti kami di Google News