TeraNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas korupsi. Pada Jumat malam (6/2/2026), tim penyidik KPK melancarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Depok, Jawa Barat. Informasi awal menyebutkan bahwa sejumlah pihak, termasuk pejabat daerah, telah diamankan dalam operasi senyap ini.
Detil Operasi dan Pihak Terlibat
Sumber internal TeraNews.id mengonfirmasi bahwa OTT tersebut berlangsung sejak sore hingga malam hari. Lokasi spesifik operasi dan identitas pihak-pihak yang diamankan masih dalam tahap pendalaman. Namun, diduga kuat operasi ini berkaitan dengan praktik suap atau gratifikasi dalam proyek-proyek tertentu di lingkungan pemerintahan kota Depok. Penangkapan ini menambah daftar panjang pejabat yang tersandung kasus rasuah, mengingatkan publik pada kasus serupa saat KPK tangkap pejabat pajak di Banjarmasin terkait skandal restitusi yang terkuak.

⚠️ Baca Juga:
Dampak dan Respons Publik
Operasi mendadak KPK di Depok ini sontak menghebohkan masyarakat dan menjadi perbincangan hangat. Publik menantikan keterangan resmi dari KPK mengenai kronologi, barang bukti yang disita, dan status hukum para terduga pelaku. Kejadian ini juga kembali menyoroti pentingnya integritas dalam penyelenggaraan negara. Beberapa pengamat bahkan mengaitkan isu ini dengan kondisi demokrasi di Indonesia, di mana transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci, terutama di tengah perdebatan seperti yang disuarakan Arief Hidayat mengenai batas usia capres yang disebut sinyal buruk bagi demokrasi. KPK diharapkan dapat segera memberikan informasi yang jelas untuk menjaga kepercayaan publik.











