TeraNews.id – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyampaikan kutukan keras terhadap agresi militer Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang memakan banyak korban sipil, terutama perempuan dan anak-anak, dan dianggap sebagai ujian berat bagi kredibilitas “Board of Peace” global.
Sikap Tegas DPR RI
Anggota Komisi I DPR RI, dalam rapat dengar pendapat pada Senin (2/2/2026), menegaskan bahwa tindakan Israel telah melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan dan hukum internasional. Mereka mendesak komunitas internasional untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan kekerasan serta memastikan perlindungan terhadap warga sipil Palestina.

⚠️ Baca Juga:
Desakan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam Indonesia terhadap situasi di Timur Tengah yang semakin memburuk. DPR RI menyoroti pentingnya penegakan keadilan dan akuntabilitas bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejahatan perang, mengingatkan bahwa isu keadilan seringkali menjadi sorotan publik, bahkan sampai pada fenomena “No Viral No Justice” ketika keadilan tergantung ketukan jempol warganet di era modern.
Implikasi Global dan Ujian Kemanusiaan
Kondisi di Gaza, menurut Komisi I, bukan hanya krisis regional, tetapi juga menjadi ujian bagi peran lembaga-lembaga perdamaian dunia. “Board of Peace,” sebagai konsep kolektif yang merepresentasikan upaya global untuk menciptakan stabilitas dan keadilan, dipertanyakan efektivitasnya dalam menghadapi konflik berlarut-larut ini.
Eskalasi di Gaza juga memiliki dampak luas pada stabilitas global, termasuk pada sektor ekonomi. Ketidakpastian geopolitik yang diakibatkannya seringkali memicu fluktuasi pasar dan kecemasan investor, seperti yang tercermin dalam pergerakan harga komoditas penting. Situasi ini bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi daftar harga emas Galeri24 dan UBS per Sabtu 31 Januari 2026, antara stabilitas dan kecemasan ekonomi modern.
DPR RI menyerukan agar PBB dan kekuatan dunia lainnya segera bertindak untuk memfasilitasi dialog damai, memastikan bantuan kemanusiaan dapat mencapai mereka yang membutuhkan, dan mencari solusi jangka panjang yang adil bagi konflik Israel-Palestina, demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut.












